TwitterFacebook
Submit a New Listing

Tujuan dan Prosedur Pelaksanaan AMDAL oleh Perusahaan

Tujuan dan Prosedur Pelaksanaan AMDAL oleh Perusahaan

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) merupakan sebuah studi yang dilakukan untuk mengetahui dampak-dampak yang dapat disebabkan lingkungan hidup dimana sebuah proyek atau kegiatan akan dilaksanakan. AMDAL biasanya dilakukan berkaitan dengan perijian pendirian suatu badan usaha, rencana pembangunan atau kegiatan di suatu wilayah.

Tujuan AMDAL

Tujuan dilaksanakannya AMDAL adalah untuk mengetahui dampak-dampak dan bagaimana mengatasi masalah yang mungkin muncul pada lingkungan. AMDAL merupakan suatu bentuk penjagaan di dalam sebuah usaha atau kegiatan agar tidak mengakibatkan dampak buruk kepada lingkungan hidup di sekitarnya. Sehingga dengan adanya AMDAL diharapkan kerusakan pada lingkungan hidup dapat diatasi dengan baik.

Prosedur Pelaksanaan AMDAL

Perusahaan yang kegiatannya dipengaruhi hasil AMDAL salah satunya adalah perusahaan jasa kontraktor karena kegiatan perusahaan berdampak langsung pada sebuah lingkungan hidup. Hasil dari proses pelaksanaan AMDAL akan berdampak pada keputusan diijinkan atau tidaknya sebuah proyek untuk dijalankan.

Dalam melaksanakan AMDAL oleh perusahaan jasa kontraktor ada beberapa prosedur yang harus dilakukan. Prosedur-prosedur itu adalah :

1. Proses penapisan atau screening.

Proses penapisan atau disebut juga proses seleksi wajib AMDAL. Merupakan suatu proses untuk menentukan apakah sebuah rencana kegiatan wajib menyusun amdal atau tidak.

2. Proses pengumuman AMDAL.

Apabila sebuah rencana kegiatan ternyata diwajibkan untuk membuat AMDAL, maka pelaksana kegiatan (perusahaan konstruksi) diwajibkan untuk mengumumkan berbagai rencana kegiatannya kepada masyarakat sekitar.

3. Proses pelingkupan atau scaping.

Pada saat pelingkupan, merupakan proses awal dalam menentukan lingkup dan mengidentifikasi mengenai permasalahan serta dampak penting yang berkaitan dengan rencana kegiatan tersebut. Pelingkupan akan menghasilkan sebuah dokumen yang dinamakan Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungan (KA-ANDAL). Salah satu bagian penting yang harus diperhatikan dalam proses pelingkupan adalah saran dan masukan dari masyarakat.

4. Penyusunan dan penilaian Kerangka Acuan Analisis Dampak Lingkungn (KA-ANDAL).

KA-ANDAL yang telah selesai disusun kemudian akan dinilai oleh komisi penilai AMDAL. Lamanya waktu penilaian KA-ANDAL tersebut maksimal adalah selama 75 hari, di luar waktu yang dibutuhkan penyusun untuk perbaikan dan penyempurnaan dokumen KA-ANDAL.

5. Penyusunan dan penilaian ANDAL, Rencana Pengelolaan Lingkungan (RKL) dan Rencana Pemantau Lingkungan (RPL).

Setelah KA-ANDAL disepakati bersama, maka dilakukan penyusunan ANDAL, RKL, dan RPL. Setelah kesemuanya selesai disusun, dokumen diajukan oleh perusahaan jasa kontraktor kepada komisi penilai amdal untuk kemudian dinilai dengan jangka waktu maksimal 75 hari.